Minggu, 15 Januari 2017

Hak Mem(per)dengarkan

Dua orang manusia kala itu saling berjumpa.

"Mengapa kau murung?" ucap salah satu dari mereka.

"Aku sedang ada masalah." balas yang lain dengan lesu.

"Kau ceritakan saja masalahmu kepadaku. Aku pasti akan mendengarkannya." ucapnya sambil tersenyum dan muka berbinar.

"Tidak mau." jawabnya singkat.

"Kenapa?" kawannya mencoba mengorek dengan muka yang sedikit memelas.

"Sebab kau belum berhak untuk mendengarkannya. Dan aku pun belum berhak memperdengarkannya kepadamu. Kita sama sama belum memiliki hak tersebut. Hehe." jawab siempu masalah, di tutup dengan tertawa yang sendikit dibuat buat.

"Kalau begitu perdengarkanlah kepada Penciptamu. Aku yakin Ia akan mendengarkanmu. Kau tahu, setelah kesulitan pasti ada kemudahan." balasnya meyakinkan

"Oke. Terima kasih." jawabnya,  siempu masalah lalu berlalu dan pergi.

Senin, 19 Desember 2016

Teori saya beberapa malam lalu

Ketika liburan kita biasanya bingung hendak melakukan apa. Menurut saya, itu semua gara gara kita tidak merencanakan liburan kita dengan hal hal yang bermanfaat. Awalnya kita sibuk dengan perkuliahan, lalu tiba tiba kosong dengan liburan. Dan diantara keduanya kita tidak mempersiapkan rencana. Akhirnya kita berfoya foya (dengan waktu kita).

"Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari)

Semoga menjadi pengingat, khususnya untuk saya.

- Kemarin malam di tengah canda dan tertawaan

Minggu, 04 Desember 2016

Sebab persimpanganlah yang memisahkan kita.

Di persimpangan jalan kita dipisahkan. Ketika engkau dan aku mengambil jalan yang berbeda. Mengambil arah yang taksama.

Di persimpangan jalan pula kita dulu dipertemukan. Ketika kita dari arah yang berbeda kemudian mengambil arah yang sama.

Mungkin saat ini kita masih sejalan, namun suatu saat nanti akan datang persimpangan yang memisahkan jalan kita.

Kita hanya sejenak berada dalam jalan yang sama.

Mari kita nikmati waktu sejenak kita kawan. Selagi kita sejalan, sebelum pada akhirnya dunia memisahkan jalan kita, dipersimpangan.

Aku berharap akan selalu ada kawan yang membersamaiku sampai ke ujung jalan ini.
Langkah ini kan terasa berat jika sendiri.

Jumat, 02 Desember 2016

Rumput Liar

Hanya iseng iseng saja, moto moto rumput liar yang ada di atas kosan. Yang pasti saya tidak tahu nama dan spesiel mereka apa, tapi bentuknya bagus dan unik. Kalau ada anak biologi yang mampir, mungkin saya bisa dikasih tahu nama dan kegunaan mereka apa. Semoga bermanfaat.











Jumat, 01 April 2016

Input, Proses, lalu Output

Dalam pelajaran sederhana mengenai suatu tahapan pembuatan suatu barang kita mengenal hal yang bernama input, output lalu proses. Itu adalah hal yang mendasari ilmu pembuatan, sebelum di tambahkan pernak pernik lain sehingga terlihat lebih kompleks. Ya, yang menjadi dasar adalah tiga hal itu, input, output dan proses.

Sebagian dari kita sudah tahu bahwa input adalah bahan mentah yang kemudian akan diproses lebih lanjut. Sementara output adalah barang jadi hasil jadi setelah kita memproses bahan mentah. Yang menjadi jembatan diantara ialah proses. Proseslah yang mengubah barang mentah menjadi barang jadi. Untuk mencapai suatu output berbeda tentu akan dibutuhkan proses yang berbeda. Begitupun jika kita memasukan input yang berbeda, dengan proses yang sama output yang adapun berbeda.

Dalam kehidupan kita mengumpamakan kisah ini menjadi suatu sendikit pelajaran yang berarti. Jika kita saksikan, input ialah kondisi kita di saat ini, saat kita tengah membaca tulisan ini. Sedangkan output ialah kondisi yang kita inginkan di waktu yang akan dating. Entah itu satu tahun, 10 tahun atau berapa tahun lagi. Untuk sampai kepada kondisi yang kita inginkan tersebut ada suatu proses yang harus kita lalui.

Dalam berproses tentu akan dibutuhkan waktu, sehingga kita harus bersabar dalam melaluinya. Bersemangatlah dalam berproses untuk meraih tujuan(output) yang kita inginkan.

Sabtu, 19 Maret 2016

Konspirasa

Oleh oleh dari kunjungan Konspirasa, pameran yang diadakan oleh mahasiswa DKV ITB 2013. Sebenarnya hendak bertemu teman, tapi pas masuk ke sana, enggak ada satupun yang dikenal. Ya sudah, jalan jalan saja sambil lihat lihat karya mereka. Eh ya, Konpirasa diadakan tanggal 22-24 Januari 2016 di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 5, Bandung. Semoga bermanfaat.










Diambil dengan dengan kamera Handphone Sony Xperia M Dual 5MP. Gambar diambil di lokasi pameran Konspirasa

Jumat, 18 Maret 2016

Berbaik Sangka

Ketika dihadapkan kepada suatu permasalahan ataupun kejadian. Kita hanya mempunyai dua pilihan antara berbaik sangka ataupun berburuk sangka. Terserah kepada kita hendak memilih mana di antara kedua hal tersebut. Boleh kita berbaik sangka, boleh kita berburuk sangka. Namun bila boleh saya menyarankan berbaik sangkalah terhadap peristiwa tersebut. Dari kejadian tersebut pasti ada sisi baik yang bisa kita ambil yang bisa dijadikan hikmah untuk kemudian hari.

Setelah suatu peristiwa terjadi, entah kita mau berbaik sangka atau berburuk sangka, kejadian tersebut tidaklah bisa diubah. Tidak layak bagi kita untuk berandai andai akan apa yang telah terjadi, pilihannya antara dua itu berbaik sangka ataupun berburuk sangka. Meskipun kita tidak bisa merubah yang telah berlalu, paling tidak sikap kita akan sedikit merubah apa yang kemudian dating kepada kita. Dengan berbaik sangka seakan yang dating kepada kita menjadi kebaikan, begitupun sebaliknya dengan berburuk sangkanya kita seolah apa yang terjadi berupa keburukan.

Berbaik atau berburuk sangka sebenarnya bergantung dari sudut pandang mana kita menyaksikan sesuatu kejadian. Berbeda sudut pandang memberikan informasi yang berbeda pula kepada kita. Dengan kita melihat dari sudut pandang yang berbeda akan memberikan prasangka yang berbeda. Di dunia ini tak ada kebaikan yang benar benar murni ataupun kejahatan yang begitu kelam. Dari setiap peristiwa cobalah memandang dari sisi positif juga, tidak hanya sisi negative saja. Temukan kebaikan di dalamnya meski sekecil apapun itu. Jadikan itu sebagai bekal kita untuk berprasangka baik.


Dalam memandang sesuatu, terkadang lingkungan sekitar kita mempengaruhi. Lingkungan di mana kita tumbuh, lingkungan di mana kita bergaul, lingkungan bacaan kita akan mempengaruhi bagaimana kita memandang sesuatu. Ciptakan lingkungan kita sepositif mungkin mulai dalam diri kita. Kemudian  kita tularkan ke sekeliling kita, sehingga semua menjadi positif. Bahasakan pandangan positif kita sesuai dengan lingkungan kita agar mudah di terima dalam lingkungan kita:).